Peluang Bisnis Cafe Bagian-3

Wawan Setiawan | 8:39 PM | 0 komentar
Beberapa orang menyarankan, “Ah, bisnis itu yang penting berani aja. Modal nekat nggak apa-apa kok.” Keberanian dan kenekatan tentunya tidak sama. Nekat adalah ketika Anda tidak tahu menahu dan langsung menjalankannya. Berani, di sisi lain, adalah ketika Anda sudah mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki arah yang jelas, sehingga Anda tahu apa saja yang harus dilakukan untuk meraih kesuksesan. Berani dalam berbisnis sangat disarankan, tapi jangan nekat. Kenali dulu apa yang Anda hadapi, formulasikan langkah-langkah Anda, baru kemudian eksekusi rencana tersebut. Pada artikel ini, saya akan melihat kondisi industri kafe terkini untuk menganalisis tentang kelayakan bisnis kafe. Kelayakan sebuah bisnis bisa kita lihat dengan menganalisis segi eksternal dan internal bisnis, serta industri yang dimasuki—dalam hal ini industri kafe.

Produk dan Pasar

Keberanian dan kenekatan tentunya tidak sama. Nekat adalah ketika Anda tidak tahu menahu dan langsung menjalankannya. Berani, di sisi lain, adalah ketika Anda sudah mempunyai pengetahuan yang cukup dan memiliki arah yang jelas, sehingga Anda tahu apa saja yang harus dilakukan untuk meraih kesuksesan.
Mari kita bicara terlebih dahulu tentang internal bisnis. Jika pada artikel sebelumnya Anda sudah menemukan konsep dasar dari bisnis kopi Anda, maka sekarang waktunya merumuskan batasan produk dan pasar yang Anda sasar. Sebagai contoh, Djournal Coffee di Jakarta menyasar kelompok konsumen kelas menengah ke atas yang menyukai kopi dengan kualitas yang cukup baik, menjadikannya sebagai gaya hidup, sekaligus mencari tempat hang-out yang nyaman bersama teman-temannya. Meski produk yang mereka utamakan adalah kopi, mereka juga memasukkan makanan berat ke dalam menu, dengan tujuan mengakomodir konsumen yang lapar sehabis bercengkerama di kafe. Untuk konsumen yang tidak suka dengan kopi, tapi menyukai tempat Djournal Coffee untuk ajang sosial dengan kawannya, pihak Djournal tidak lupa menyediakan minuman selain kopi seperti teh, coklat, dan bir. Maka, pertanyaan bagi Anda adalah: konsumen seperti apa yang ingin Anda incar? Lalu, produk apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan mereka? Jangan terpaku pada contoh di atas, karena konsumen kelas menengah ke atas tidak mutlak membuat bisnis anda sukses. Sah saja bagi Anda untuk memilih konsumen menengah ke bawah dengan produk yang harganya murah. Atau bisa saja Anda memilih konsumen kelas atas dengan produk yang berharga premium. Tanpa mempunyai produk dan pasar yang jelas, kelayakan bisnis kafe Anda jelas dipertanyakan.

Politik, Ekonomi, Sosial, dan Politik

Hal penting lain adalah faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis. Secara mudah, faktor eksternal dapat kita bagi menjadi segi: 1) politik; 2) ekonomi; 3) sosial; dan 4) teknologi. Dari segi politik, jika Anda ingin membentuk bisnis waralaba, maka peraturan yang perlu Anda perhatikan adalah Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 07/M-DAG/PER/2/2013 tentang Pengembangan Kemitraan Dalam Waralaba untuk Jenis Usaha Jasa Makanan dan Minuman. Jika Anda memiliki 250 gerai, maka gerai selanjutnya harus diwaralabakan, dengan mengutamakan UKM sebagai pihak penerima waralaba. Selain itu, ada pula klausul bahwa waralaba untuk industri makanan dan minuman harus menggunakan bahan baku dan peralatan usaha prouduksi produksi dalam negeri paling sedikit 80%. Tentu saja, jika Anda baru memulai usaha, hal ini tidak berlaku bagi Anda. Tetapi, jika Anda merencanakan untuk mengembangkan usaha Anda sampai level tersebut, maka faktor ini penting untuk dipikirkan. Dari segi ekonomi dan sosial, peningkatan UMR dan peningkatan jumlah kelas menengah menjadikan daya beli konsumen bertambah, yang berarti meningkatkan potensi bisnis kafe. Terakhir, faktor teknologi jelas mendukung dengan semakin berkembangnya teknologi baru dalam dunia kopi. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa faktor eksternal yang ada sangat mendukung iklim bisnis kopi.

Industri Kafe



Salah satu sajian kopi di kafe
Coffee Latte | Gambar dari Twitter Djournal Coffee

Analisis tentang industri secara sedeherhana dapat menggunakan konsepFive Forces Analysis yang dibuat olehMichael E. Porter. Analisis ini meliputi lima faktor, yaitu ancaman pesaing baru, ancaman produk substitusi, posisi tawar pembeli, posisi tawar pemasok, dan intensitas persaingan. Analisis ini dilakukan untuk melihat seberapa menarik industri tersebut untuk dimasuki.
Industri yang menguntungkan pastinya akan menarik minat banyak orang untuk ikut terjun ke bisnis itu, sehingga pada akhirnya akan menurunkan profitabilitas semua pemain di indistri tersebut. Terlebih jika industri itu tidak membutuhkan modal kapital yang besar untuk memasukinya, semakin besarlah ancaman dari pesaing baru di industri tersebut. Hal ini terjadi di industri kafe, sehingga jika dilhat dari segi ancaman pesaing baru, industri ini kurang menarik untuk dimasuki.
Selain ancaman pesaing baru, faktor lain yang perlu dilihat adalah ancaman produk substitusi. Produk substitusi yang dimaksud di sini adalah produk alternatif selain kopi yang bisa dikonsumsi orang, misalnya teh dan minuman bersoda. Hanya saja, untuk industri kafe berbasis kopi, ancaman produk substitusi masih rendah karena belum maraknya kafe yang menjadikan teh sebagai fokus utamanya. Jadi bisa disimpulkan dari segi ini industri kafe masih menarik.
Posisi tawar pembeli berpotensi untuk memengaruhi industri. Jika konsumen tidak mempunyai pilihan, maka ketika ada kenaikan harga mereka tidak akan terlalu terpengaruh. Lain halnya jika konsumen mempunyai banyak alternatif pilihan, seperti apa yang terjadi di industri kafe sekarang, maka konsumen akan mempunyai posisi tawar yang tinggi, dan bisa jadi malah menyetir kebijakan kafe, misalnya dalam hal pengaturan harga. Dengan begitu, dari segi posisi tawar konsumen, industri ini kurang menarik untuk dimasuki.
Selain posisi tawar pembeli, harus diperhitungkan pula posisi tawar pemasok. Dalam industri kafe, pemasok green bean maupun roasted bean dengan berbagai kualitas terbilang cukup banyak. Karena itu, posisi tawar supplier cukup rendah yang membuat industri ini masih menarik untuk dimasuki.
Faktor terakhir yang harus dianalisis adalah intensitas persaingan bisnis dalam industri tersebut.Penggunaan manual brewcold brew, dan teknologi-teknologi baru seperti Steampunkatau HG-One Grinder memberikan keunggulan bersaing bagi kafe-kafe yang mengaplikasikannya dengan membuatnya berbeda dari kafe lainnya. Tidak hanya dari segi peralatan, konsep kafe yang unik seperti yang dimiliki Bong Kopitown dengan konsep a la penjara juga dapat memberikan keunggulan bersaing. Hanya saja, keunikan-keunikan seperti yang dimaksud di atas masih cukup jarang dimiliki oleh kafe- kafe di Indonesia. Namun, harus dilihat bahwa peta persaingan kafe akan berbeda, tergantung dari daerah Anda. Umpama di Jakarta, yang sudah mempunyai banyak kafe, persaingannya akan lebih ketat daripada di Sukabumi. Berdasarkan kajian di atas, industri kafe masih menarik untuk dimasuki, terlebih di daerah yang belum memiliki banyak kafe.
Dari kelima faktor tersebut, dapat disimpulkan secara singkat bahwa bisnis kafe masih menarik untuk dijalankan, dengan catatan tambahan yaitu harus memberikan perhatian yang lebih kepada pesaing baru dan persaingan kafe di daerah Anda.

Penutup: Layakkah Berbisnis Kafe?

Faktor eksternal seperti politik, ekonomi, sosial, dan teknologi jelas mendukung bisnis kafe Anda. Industri kafe juga masih terlihat seksi untuk dimasuki. Dengan mempunyai pasar dan konsep produk yang jelas, maka Anda bisa tenang karena bisnis Anda sudah cukup layak untuk dijalankan. Lantas, bagaimana mulai menjalankannya? Persiapan-persiapan apa saja yang dibutuhkan? Nantikan artikel selanjutnya.

Peluang Bisnis Cafe

Wawan Setiawan | 8:29 PM | 0 komentar
Kopi adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Setiap kali kita bertamu, pertanyaan yang sering muncul adalah: “Mau minum kopi atau teh?” Pada setiap rondecapsa dan gaple, selalu ada beberapa cangkir kopi yang setia menemani para pemainnya. Karenanya, bisnis kopi pun berkembang dengan pesat di Indonesia: kopi saset yang bisa ditemukan di mana saja, warung kecil yang selalu bisa menyeduhnya, roaster lokal tanpa merek yang ada di pasar-pasar tradisional, dan bahkan ia menjadi menu wajib yang ada di setiap warung nasi maupun warung mie.
Untuk konteks Indonesia, bisnis kopi dengan gaya modern dalam arti espresso-based, mendapatkan momentumnya ketika Starbucks mulai membuka gerai pertamanya di Jakarta. Perlu disebutkan di sini bahwa sebelum Starbucks hadir di Indonesia, kafe mengusung kemodernan sudah ada. Katakanlah seperti Excelso Coffee, kafe milik Kapal Api Group, dan Tornado Coffee dari lokal dan Segafredo dari luar. Tapi, keberadaan mereka tidak mampu menciptakan trend pembukaan kafe modern.
Ketika orang-orang baru pertama kali berkenalan dengan Starbucks, sebagian besar dari mereka tertegun. Kok bisa kopi semahal ini? Apa yang membedakan kopi ini dengan kopi saset yang ada di pinggir jalan? Apa yang menarik darinya? Kenapa saya harus minum kopi Starbucks? Tapi dengan cepat ketakjuban itu menjadi normal. Pesan “gaya hidup”, “gaul”, dan “kualitas” yang dibawa Starbucks sukses menyihir orang-orang Indonesia untuk kemudian berbondong-bondong membeli kopinya. “Starbucks” pun akhirnya tidak sekadar menjadi merek sebuah kafe, melaikan ia juga menjadi “pengakuan sosial”, “kebanggaan”, hingga akhirnya menjadi “jati diri peminumnya”. Pada satu waktu, ungkapan “Gue biasanya (bisanya) sih (cuma) minum kopi di Starbucks” jamak terdengar. Dengan demikian, rasanya tidak salah jika kita menyebut Starbucks sebagai pioneer kopi modern (dalam hal ini warung kopi dengan konsep café a la Italia) di Indonesia.




Ice Vanilla Macchiato
Salah satu menu es kopi | Gambar dari Starbucks

Berkat Starbucks, banyak orang yang kemudian melihat peluang lebih jauh dalam kopi. Ternyata pasar tidak menolak kopi dengan harga yang mahal. Lebih dari itu, mereka bisa menyukainya. Dari situlah muncul banyak ide dan usaha untuk membuka bisnis kafe serupa Starbucks hingga sekarang. Beberapa sukses, tapi jauh lebih banyak yang gagal. Hal tersebut menggelitik kita untuk mengemukakan pertanyaan. Apa sih yang membuat kafe sukses?
Untuk memudahkan argumentasi, mari kita batasi ukuran sukses dengan parameter: seberapa tinggi lalu lintas pengunjung kafe. Mengacu pada batasan tersebut, kita bisa menyusun pertanyaan berikut: Mengapa suatu kafe bisa berhasil, sedangkan yang lain tidak?
Mari kita coba lihat terlebih dahulu dari contoh kafe yang sukses: sebutlah Starbucks, Anomali Coffee, dan Bengawan Solo. Apa benang merah dari mereka semua? Pertama, semuanya fokus pada hal utama yang ingin mereka jual, yaitu kopi. Jika melihat menunya, tampak jelas bahwa menu andalan mereka adalah kopi. Dari segi makanan, mereka mengedepankan camilan. Mereka menyadari bahwa pasangan ideal kopi adalah camilan, sehingga makanan yang dijual pun disesuaikan dengan kopi sebagai menu utama. Tetapi, menjual kopi saja tidak cukup, yang membawa kita kepada poin kedua, yaitu konsep kafe yang jelas dan menarik.
Konsep yang matang itu tentunya harus dijaga dengan baik agar tidak melenceng dari arah awalnya
Kafe-kafe tersebut tidak berhenti pada menu kopi sebagai minuman dengan karakteristik panas, pahit, dan berwarna hitam. Bagi mereka yang menyukai susu, dibuatlah menucafé lattecappuccino, dan turunannya. Untuk penggemar minuman dingin, disediakanfrappeice latte, dll. Untuk pangsa pasar yang lebih memilih minuman manis, diciptakan inovasi kopi dengan sirup beraneka rasa seperti caramel lattevanilla lattehazelnut frappe, dst. Kafe-kafe itu membuat kopi menjadi menarik; membuatnya menjadi produk yang seksi, berkelas, dan memuaskan pasar yang diincarnya. Bicara konsep kafe, apa yang ditawarkan Starbucks dan kafe lain yang sukses sangat terarah dan dikemas dengan baik. Kafe mereka dibentuk sebagai wahana sosial untuk menghabiskan waktu dengan berbagai aktifitas. Pelanggan datang hanya untuk sekadar melepas penat, bertemu kawan, atau bahkan mengadakan rapat bisnis di kafe. Untuk itu, ruangan dan perabotannya pun didesain sesuai dengan tujuan tadi. Kafe-kafe yang disebut tadi mempunyai atmosfer yang berkesan nyaman, hangat, dengan musik dan pencahayaan yang lembut dan tempat duduk yang membuat orang betah berlama-lama menghabiskan waktu di situ. Terkait dengan bisnis utamanya, yaitu menjual kopi, tata letak dan peralatan yang ada juga sangat menunjang hal tersebut. Bar dan kasir didesain sedemikian rupa sehingga pelanggan dapat memesan dan membayar dengan mudah, barista (pembuat kopi) dapat membuat pesanan dengan cepat dan tepat, dengan tidak melupakan interaksi di antara keduanya. Konsep yang matang itu tentunya harus dijaga dengan baik agar tidak melenceng dari arah awalnya, yang memunculkan poin ketiga: standar yang spesifik dan terjaga.




Camilan pelengkap sajian kopi
Camilan pelengkap sajian kopi | Gambar dari Deliciously Noted

Standar pelaksanaan sebuah bisnis, dalam hal ini kafe, tentunya tertuang dalam sebuah peraturan baku yang biasa disebut SOP (Standard Operating Procedure/Prosedur Operasi Standar). SOP mencakup bagaimana karyawan harus mengoperasikan peralatan, bagaimana mereka harus memperlakukan konsumen, bagaimana mereka harus menjaga kebersihan hingga sampai tahap yang paling detail. Untuk memastikan SOP berjalan sempurna, diperlukan suatu sistem kontrol yang akan mengawasi pelaksanaan SOP, yang dikenal dengan istilah QC (Quality Control/Kontrol Kualitas). QC biasanya dilakukan secara periodikal atau setiap beberapa waktu, misalnya dengan mencicipi minuman yang dibuat oleh barista sebelum memulai hari untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar. Selain dilakukan secara manual, QC juga bisa diotomatisasi, misalkan dengan menggunakan alat yang terstandar seperti mesin espresso otomatis untuk membuat kopi, sehingga diharapkan hasilnya akan selalu sama setiap saat. Tentunya, untuk membuat SOP dan QC yang kuat diperlukan pelatihan dan investasi yang tidak sedikit.
Kembali ke pertanyaan awal: mengapa banyak bisnis kopi yang tidak sukses, bahkan bangkrut? Kebanyakan ternyata tidak bisa memenuhi ketiga poin di atas. Kafe yang gagal seringkali tidak fokus pada produknya, mempunyai konsep yang tidak jelas dan kurang menarik bagi pasar, serta tidak mempunyai SOP dan QC yang jelas. Ketiga hal ini, walaupun kelihatannya sepele, merupakan hal yang penting namun acap kali dilupakan ketika mulai membangun bisnis kafe. Kegagalan dalam memerhatikan ketiga hal tersebut membuat lalu-lintas pengunjung kafe sangat rendah. Pengunjung tak berhasil dicuri perhatiannya untuk datang.
Lalu bagaimana cara membangun bisnis kafe yang sukses? Hal ini akan kita ulas pada artikel berikutnya.

Peluang Bisnis Cafe Bagian-2

Wawan Setiawan | 8:28 PM | 0 komentar
Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka siap bangkrut ketika memulai sebuah bisnis kafe. Tapi mengapa mereka harus mengatakan itu, seolah-olah bisnis kafe yang akan mereka bangun kemungkinan besar akan gagal? Alih-alih siap bangkrut, bukankah seharusnya mereka bersiap untuk sukses? Hal itulah yang akan dibahas pada artikel ini.
Seperti bisnis lainnya, langkah pertama menuju kesuksesan bisnis kafe adalah menyusun rencana bisnis yang komprehensif
Seperti bisnis lainnya, langkah pertama menuju kesuksesan bisnis kafe adalah menyusun rencana bisnis yang komprehensif. Sebelum harapan Anda membumbung tinggi, perlu ditegaskan bahwa dengan adanya rencana bisnis, tidak berarti bisnis Anda akan serta merta menjadi sukses. Rencana bisnis adalah sebuah guideline yang Anda buat untuk menentukan arah dan tujuan bisnis ke depan, meminimalisir risiko, dan mengukur potensi serta keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis tersebut. Walaupun rencana bisnis tidak menjamin bahwa bisnis Anda pasti sukses, paling tidak dari situ Anda mendapat gambaran apa yang harus dilakukan dan meminimalisir risiko yang mungkin timbul.
Dasar dari bisnis sebetulnya mudah. Ada tiga pertanyaan utama yang harus dijawab terlebih dahulu: 1) Masalah apa yang ingin dipecahkan; 2) Bagaimana cara memecahkan masalah itu; dan 3) Mengapa para konsumen harus memilih Anda, bukan kompetitor lain. Ketiga pertanyaan ini adalah dasar dari bisnis, yang akan membantu Anda untuk melihat gambaran besar bisnis Anda. Pertanyaan tersebut pada akhirnya membuat Anda mampu menjawab sebuah pertanyaan penting: apakah bisnis itu layak untuk dijalankan? Mari kita bahas pertanyaan-pertanyaan itu satu per satu.
Pertama, masalah apa yang ingin dipecahkan? Masalah ini tentunya berkaitan dengan kebutuhan dari pasar yang Anda tangkap. Jika kita bicara kafe, ada banyak kemungkinan jawaban dari pertanyaan itu. Bisa saja masalahnya adalah kurangnya tempat publik di daerah Anda, sehingga orang-orang merasa bingung jika harus mencari tempat untuk berkumpul bersama kawan-kawan mereka. Atau bisa juga Anda melihat para karyawan kantor yang kebingungan mencari kafe untuk sekedar mengusir kejenuhan selepas bekerja, dan kebetulan di daerah itu memang tidak ada kafe seperti yang mereka inginkan. Alasan lainnya yang mungkin adalah banyak orang yang mencari kafe yang enak (bisa dari suasananya, kualitas produknya, atau keduanya), tapi tidak kunjung menemukannya. Permasalahan yang nyata adalah kunci pertama dari bisnis. Jangan sampai Anda mendirikan sebuah kafe hanya karena mengikuti tren saja, tanpa menyadari maknanya.





Barista sedang membuat kopi di Intellegentsia Coffee
Barista sedang membuat kopi di Intellegentsia Coffee | Gambar dari Intellegentsia Coffee

Kedua, bagaimana cara Anda untuk memecahkan masalah yang telah ditemukan. Di tahap ini, Anda mengajukan ide untuk memecahkan masalah tersebut sekaligus menggali lebih dalam tentang kebutuhan pasar untuk memeriksa apakah solusi yang Anda tawarkan sesuai dengan keinginan pasar. Ketika banyak orang yang mencari tempat untuk berkumpul, apakah kafe cocok sebagai solusi? Jangan-jangan sebenarnya mereka lebih memilih taman atau Seven Eleven daripada kafe. Ketika Anda memeriksanya dengan bertanya kembali para konsumen dan ternyata mereka memang menginginkan kafe, model kafe seperti apa yang mereka inginkan? Apakah mereka lebih membutuhkan tempat yang nyaman, parkir yang luas, menu yang enak, atau ada kebutuhan lain?
Ketiga, ketika Anda sudah menemukan masalah dan solusinya, Anda harus memastikan bahwa konsumen kemudian akan memilih untuk ke kafe Anda, bukan kafe atau tempat kompetitor. Kunci dari pertanyaan ini adalah: apa yang membuat Anda unik atau berbeda dari kompetitor? Jika tidak ada pembeda yang jelas dengan bisnis serupa, alhasil tidak akan ada alasan yang jelas pula bagi para konsumen untuk datang ke kafe Anda. Untuk menjawabnya, Anda harus melihat peta persaingan di daerah itu. Jika ternyata ada kafe sejenis, buatlah kafe dengan konsep yang unik, yang akan menarik minat konsumen. Andai kata kafe tersebut sudah mirip dengan apa yang Anda bayangkan, Anda masih bisa mencari keunikan yang belum didapatkan, misalnya dengan menawarkan produk yang memiliki kualitas superior atau harga yang lebih murah. Tentu saja kualitas produk dan harga bukanlah satu-satunya pilihan Anda; kembangkan kreatifitas Anda untuk mencari celah-celah lain.
Sekarang Anda sudah mempunyai konsep awal tentang kafe yang akan Anda bangun. Pertanyaan besar yang menanti di baliknya adalah: apakah bisnis ini kemudian layak untuk dijalankan? Tunggu artikel selanjutnya untuk menilai kelayakan bisnis Anda.

Membunuh Cicak Tanpa Kekerasan

Wawan Setiawan | 1:38 AM | 4komentar
Agak lucu juga membaca judul postingan ini "Membunuh Cicak Tanpa Kekerasan" wkwkwk , dengan rasa bahagia karna habis memakan korban 2 meninggal 1 entah pergi dan mati kemana , saya membuat postingan gila ini selagi menunggu match antara Real Madrid VS Dortmund jam setengan 2 nanti .


Tidak jauh beda sih dengan cara membunuh tikus dengan racun tikus :D saya mengunakan zat-zat kimia untuk membunuh cicak ini , beginilah caranya :D :

1. Ambil sebuah lidi atau batang kayu yang agak panjang .
2. Ambil nasi sedikit saja terus celupkan ke dalam larutan pembersih piring/lantai/detergen , contohnya tau sendirkan :D.
3. Nah nasi yang sudah di campuri tadi tusukan ke salah satu ujung lidi , atau tempelkan ke salah satu ujung kayu tadi .
4. Kemudian cari target sasaran kita .
5. Kalau sudah ketemu sasarannya , mari kita beraksi .
6. Dekati perlahan sang korban dengan tampang polos tak berdosa :)
7. Arah kan ujung lidi/kayu yang sudah di beri nasi beracun tadi.
8. Calmdown tenang jangan berisik biarkan sang cicak mendekat.
9. Jika si cicak memakan nasi tadi misi berhasil dan kita tinggal menunggu sampai si cicak tertidur selamanya dan jatuh :D.

Kalau cicak tidak memakan nasi tadi mari kita ke rencana B :D

Caranya sama seperti rencana A tetapi disini kita mengunakan sabun colek atau sabun mandi tapi lebih evektif dan gampang sabun colek .
1. Ambil sabun colek seukuran nasi .
2. Oleskan ke ujung lidi , usahakan ada bagian yang mengumpal agar rencana berhasil
3. Dekati perlahan sang korban dengan tampang polos tak berdosa :)
4. Arah kan ujung lidi/kayu yang sudah di beri sabun colek/sabun mandi.
8. Calmdown tenang jangan berisik biarkan sang cicak mendekat.
9. Jika cicak memakan sabun colek tadi 100% berhasil , kalau tidak di makan langsung saja oleskan bagian yang sengaja kita buat mengumpal tadi ke bibir si cicak , pasti dia akan menjilat-jilati bibirnya sendiri.
10. Amati tingkahnya mengaruk-garuk badanya , 1 2 3 plek si cicak jatuh tak berdaya sinambi menunggu ajalnya .
 11. Dan misi berhasil :D tanpa kekerasan kan . 

Delete semua sampah di Windows dengan mudah

Wawan Setiawan | 6:54 PM | 2komentar


Hei all :D malam minggu kagak ada gebetan tetep asik kalo baca postingan dari @wesetiawan Adminnya Lelel Jumbo :D .
Iseng aja ning lagi kagak ada kerjaan onlen sebentar bikin postingan buat sahabat-sahabat setia lele jumbo yang juga termasuk pengguna dari Windows supaya lebih nyaman pada saat berkelana di Desktop masing -masing .

Nih akau ada satu script yang lumayan membantu sobat semua menghapus temporari file atau biasanya sih file sampah di windows yang letaknya tersembunyi di antara berjuta file system windows .


Fungsi script ini berfungsi seperti judul postingan di atas  "Delete semua sampah di Windows dengan mudah", jangan takut kagak ada firusnya kok :D 100% murni menghapus file temporari bro sist.

Oh iya jangan lupa baca pesan terakhir nya yah :D follow @wesetiawan like juga fans pagenya di fb Lele Jumbo | Info Menarik Terbaru
Loading

Chat

Total Pageviews

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lele Jumbo - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger